• Cerita Terkini

    Senin, 05 Januari 2009

    CERITA DARI AYAH dan NENEK TENTANG MASA KECIL KU

    aku ......... 
    setiap orang mempunyai kisah nya masing - masing  jalan hidup  yang macam - macam
    saat ini aku ingin bercerita tentang masa kecil ku,  cerita ini dari ayah ku, aku  sudah lama menulis nya dan ku simpan  di file laptop ku (tahun 2009 lalu ) 
    dan hari ini ingin ku pindahkan di blog ku ini ,  semoga bisa di ambil hikmah nya bagi siapapun yang membaca nya 

    aku adalah anak paling besar di keluargaku
    aku terlahir dengan keterbatasan 
    awal kelahiran aku normal 
    pada saat aku baru berusia 2 tahun aku mengalami sakit panas (steep ) sampai kejang kejang saat itu di daerah ku belum ada dokter, bidan , atau tenaga medis lain nya.. thn 1990 ketika itu aku di bawa ke mantri desa, di desaku ada seorang anak muda yang bekerja sebagai perawat di salah satu RSUD  
    jarak rumh sakit dari rumah ku  5 jm saat itu orang tuaku putuskan untuk membawa ku ke rumah mantri desa saja, selain lebih dekat juga memang keadaan fisik ku sudah lemah, ...... 
    sesampainya di rumah mantri desa itu aku langsung di tanAgani oleh nya, saat itu panas di tubuhku cukup tinggi sampai - sampai aku mengalami kejang - kejang ,saat kejang aku di kasih suntik oleh mantri tersebut tujuan nya biar panas di tubuhku bisa turun, tapi yang terjadi malah aku tambah kejang dan salah dalam memberikan suntikan yang justru menjadikan aku mengalami kelumpuhan. 
    bertapa sedihnya saat itu ayah dan mamah  ku , 

    saat aku usia 2 tahun ibu ku sedang mengandung adiku , mamah ku hanyalah seorang penjual warungan, ayahku hanya seorang kuli bangunan di kota jakarta, (tahun 1991- 1992) 
     PERJUANGAN SEORANG IBU ........ 

    HAri- hari aku lewati bersama mamahku di rumah yang ada dipelosok desa, yang jauh dari tetangga bahkan hanya ada 5 rumah disana,  tahun 1990 belum ada listrik di desa ku,  di rumahku hanya memakai sentir , (obor) aku tinggal di rumah itu bersama mamah saja karena    ayah ku merantau di jakarta ayah pulang 1 tahun sekali itu ketika lebaran saja ,, aku yang hanya terdiam tergeletak ditempat tidur hanya mata yang bisa digerakan, tubuhku lemah, tidak bertenaga,  mamahku sangat sedih dengan keadaan ku, ternyata keadaan ku yang seperti itu membuat keluarga besarku malu , mereka menganggap yg terjadi padaku adalah kutukan aib, aku di jauhi oleh keluarga besar ku, tapi Alhamdulillah nenek / ibu dari ayah ku masih menyayangiku, setiap minggu nenek menengok ku. 

    mamah ku adalah seorang yang pendiam, apapun yang dikatakan orang diterima dan tidak penah mengeluh, (kata ayahku ). 

    suatu hari ibu ku akan melahirkan adikku, saat itu malam hujan deras aq ditemani nenek ku  
    aku pun hanya bisa mendengarkan dan diam ditempat tidurku, ketika itu mamah memanggil nenek ku dia bilang perut ku sakit  nenek langsung lari mencari bantuan ke tetangga, sedangkan aku hanya bisa melihat nya dari tempat tidurku, tak lama kemudian banyak tetangga yang kerumah untuk membantu mamahku melahiirkan, adikku, ayah ku tidak tahu kalo adik sudah lahir, karna memang blm ada telp atau yang lain nya, mau mengirim surat tidak tahu alamat nya, 
     mamah semakin repot karena memiliki 2 bayi ...... tapi mamah sangat sayang pada ku dan juga adikku, karena sekarang adikku sudah lahir jadi aku pun jarang lagi di gendong,  hari hari hanya lah tergeletak di tempat tidur,  makan pipis pup pun di situ. 
    suatu hari tiba waktu nya lebaran tiba ayahku pulang dari jakarta, setelah 1 tahun lamanya merantau di jakarta, ternyata ayah pun tidak membawa uang banyak,  tapi mamahku tidak marah, mamah menyambut ayah dengan baik dan penuh kasih sayang. 
    ayahku bingung karena kebutuhan semakin bertambah, akhirnya mamahku pun di minta untuk sambil jualan tidak hanya jualan di rumah, tetapi jualan juga di pasar, mamahpun mau melakukan nya untuk memenuhhi kebutuhan di keluarga ku. 

    kali ini ayah tidak lagi pergi meranttau, kejakarta, karena mamah tidak membolehkan ayah berangkat lagi kejakarta, semenjak itu ayah jdi hanya main - main kerjaan nya tiap hari mabuk2kan , judi , bahkan main perempuan, ,, mamahku tetap sabar meskipun ayaah seperti itu, saat itu ayah pulng ga tau dari mana  ayah minta uang untuk membeeli minuman keras, pada mamahku , tapi oleh mamah tidak di kasih, ayahpun marah, ayah mengamuk, ayah menendang mamah, memukul mamah sampai mamah jatuh, beruntunglah saat itu ada nenek datang, menolong mamah dan membawa ku ke rumah nenek, setelah kejadian itu  mamah jatuh sakit, nenek jadi kerepotan karena harus mengasuhku dan juga adikku yang blm genap satu tahun, dan aku yang hanya terbaring lemah ditempat tidur,  tidak berhenti disitu cobaan untuk mamahku dan ayahku, suatu malam ayahku pulang dengan seorang perempuan ke rumah nenek ku , ayah bilang kalo akan menikah lagi dengan perempuan itu, bertapa sakitnya hati mamahku, disaat keadaan sakit parah diperparah pula dengan kelakuan ayahku, akhirnya makin lemah keadaan mamahku, karena keadaan mamah semakin lemah , nenek dan bibi membawa mamahku ke mantri desa dekat rumah nenek ku, nenek dan bibi kaget ternyata mamahku menderita penyakit kanker panyudara, yang sudah parah, mungkin karena sifat mamah yang pendiam jadi tidak pernah mengeluh apapun kondisinya mamah simpan sendiri , tak pernah cerita ke siapapun, 
    Genap usia ku 3 tahun dan adikku 1 tahun mamahpun di panggil oleh Allah SWT, mamah pergi untuk selamanya.(1993)

    Sepeninggal  mamahku aku diasuh oleh nenek dari ayah ku, dan adikku diasuh oleh nenek dari mamahku, aku terpisah dengan adikku, . 

    Ayahku menikah lagi dengan perempuan selingkuhan nya, yang juga sudah mempunyai 1 anak yang seusiaan dengan ku, Ayah pikir kalo perempuan itu bisa menerima keadaan ku ternyata tidak bahkan perempuan itu sering menyiksa ku  dia lebih sayang keanak nya,  sedanngkan adikku sangat di sayang oleh nenek ku disana, 
    Ternyata pernikahan ayah dengan perempuan itu tidak bertahan lama blm genap  1 tahun menikah dengan ayahkku perempuan itu pergi meninggalkan ayahku dan aku entah kemana,, 

    Ayahku kembali menitipkan aku pada nenekku dan ayah kembali pergi merantau ,  5 bulan lamanya, aku di tinggalkan ayah merantau.  
    Ayah kembali pulang dan mulai memperhatikan ku, ayah mencarikan aku obat, setiap hari ayah ku merawatku seperti saat mamah masih hidup, bahkan lebih, setiap ada orang yang memberikan info untuk menyembuhkan ku ayah selalu datangi, ayah punya keyakinan kalo aku bisa sembuh dari kelumpuhan itu, sampai suatu hari bapak bertemu dengan tukang pijit yang kata warga di desaku  bisa menyembuhkan segala penyakit, aku pun di bawanya ke orang itu, dan ternyata aku cocok ditangani oleh orang itu, saat itu usiaku memasuki 5 tahun, setiap hari aku di bawa ke tukang pijat itu, dan ayah pun menekuni setiap pagi dan sebelum tidur aku di pijit dengan air daun jarak dicampur dengan Alkohol akhirnya aku pun bisa jalan meskipun tidak sempurna, tapi keyakinan ayahku  agar aku sembuh semakin kuat...  

    meskipun dulu saat mamah masih hidup engkau sangat ta peduli pada ku, tapi saat itu engkau lah penyemangat dalam hidupkku ,,,,, 


    Aku tidak bermaksud untuk menjelekan ,atau membuka kejelekan keluarga ku, tapi hnya ingin menulis apa yang nenek dan ayah ceritakan ketika di hari  ulang tahun ku yang ke 19 tahun ......