• Cerita Terkini

    Kamis, 20 Agustus 2015

    REMAJA

    Remaja berasal dari kata latin adolensenceyang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992).
    Remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari anak-anak menuju dewasa, meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa (Darajad, 1990).
    Remaja sebagai tahap umur yang datang setelah masa anak-anak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik yang cepat yang terjadi pada tubuh remaja luar dan membawah akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan, serta kepribadian remaja (Darajad, 1995).
    Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa (Wikepedia, Indonesia). 

    Tahap-tahap Perkembangan Remaja
    Dalam proses penyesuaian diri menuju kedewasaan, ada 3 tahap perkembangan remaja:

    a.    Remaja awal (early adolescent)
    Seorang remaja pada tahap ini masih terheran-heran akan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan- dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis, dan mudah terangsang secara erotis. Dengan dipegang bahunya saja oleh lawan jenis ia sudah berfantasi erotik. Kepekaan yang berlebih-lebihan ini ditambah dengan berkurangnya kendali terhadap ego menyebabkan para remaja awal ini sulit dimengerti dan dimengerti orang dewasa.

    b.    Remaja madya (middle adolescent)

    Pada tahap ini remaja sangat membutuhkan kawan-kawan. Ia senang kalau banyak teman yang mengakuinya. Ada kecenderungan narsistis yaitu  mencintai diri sendiri ,dengan menyukai teman-teman yang sama dengan dirinya, selain itu, ia berada dalam kondisi kebingungan karena tidak tahu memilih yang mana peka atau tidak peduli, ramai – ramai atau sendiri, optimistis atau pesimistis, idealis atau materialis, dan sebagainya.

    c.    Remaja akhir (late adolescent)

    Tahap ini adalah masa konsolidasi menuju periode dewasa dan ditandai dengan pencapaian lima hal yaitu:

    1. 1)  Minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek.
    2. 2) Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang-orang lain dan dalam pengalaman-pengalaman baru.
    3. 3)Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi.
    4. 4)Egosentrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri) diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang lain.
    5. 5)    Tumbuh ”dinding” yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum (Sarwono, 2010).
    Berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja kita sangat perlu untuk mengenal perkembangan remaja serta  cirri-cirinya berdasarkan sifat atau cirri perkembanganya, masa (rentang waktu) remaja ada tiga tahap yaitu :

    a.    Masa remaja awal (10-12 tahun)
    1)    Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya.
    2)    Tampak dan merasa ingin bebas.
    3)    Tampak dan memang lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir yang khayal.

    b.    Masa remaja tengah (13-15 tahun)
    1) Tampak dan ingin mencari identitas diri.
    2) Ada keinginan untuk berkencan atau ketertarikan pada lawan jenis.
    3)Timbul perasaan cinta yang mendalam.
    c.     Masa remaja akhir (16-19 tahun)
    1)Menampakkan pengungkapan kebebasan diri.  
    2)Dalam mencari teman sebaya lebih selektif.
    3)Memiliki citra (gambaran, keadaan, peranan) terhadap dirinya.
    4) Dapat mewujudkan perasaan cinta.
    5) Memiliki kemampuan berpikir khayal atau abstrak (Widyastuti dkk, 2009).

    3.    Tugas-tugas Perkembangan Remaja

    Terdapat perkembangan masa remaja difokuskan pada upaya meninggalkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku dewasa.
    Adapun tugas-tugas perkembangan masa remaja adalah sebagai berikut:
    a.    Mampu menerima keadaan fisiknya.
    b.   Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa.
    c. Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis.
    d.   Mencapai kemandirian emosional.
    e.   Mencapai kemandirian ekonomi.
    f. Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat
    g.  Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua.
    h. Mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa.
    i.Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan.
    j.Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.
          (Hurlock, 1991).


    http: //www.remaja.com