• Cerita Terkini

    Jumat, 16 September 2016

    Jangan menyerah karena kondisi

    Antara Gombong dan Bandung ........
    Nindy erisdiana dan aku 

    Setehah berhasil keluar dari Yayasan cinta anak indonesia Tasikmalaya  aku menganggunr kurang lebih 3 bulan di rumah, malu, sedih , juga kesal serta kasihan pada orang tuaku menganggur terlau lama dan akhirmya aku kembali  mondar - mandir kesana -kemari mencari dan mencari peluang kerja, saat itu setiap kali tau ada lowongang kerja pasti aku datangi srlagi pekerjaan itu baik dan halal, aku masukan lamaran kerja ke toko , ke bank , keperusahaan dan juga lembaga pendidikan , tapi tidak ada yang berhasil, setiap kali tes tertulis pasti aku lolos tapi ketika interviuw pasti gagal, aku sempat berfikir apakah karena keadaan fisik ku yang begini jadi orang - orang tidak percaya akan kemampuanku , atau mungkin belum rejekiku saja ...... Setiap kali masuk ke perusahaan / lembaga yang membuka lowongan kerja tiba -tiba bilang kalau sudah tutup,  padahal  di iklanya belum jatuh batas penutupan lowongan kerja itu di tutup, aneh .. Tapi aku tak menyerah , aku terus ,mencari dan mencari saat ittu teman kuliahku memberi tahu bahwa di SLB (Sekolah Luar Biasa)  dekat rumahnya membutuhkan seorang guru khusus untuk anak autis , berbekal pengalaman saat diyayasan di tasik, aku pun nekat berangkat ke daerah temanku di daerah Gombong . Aku berpamitan ke orang tuaku dan hanya mempunyai bekal 100 ribu untuk ongkos ke rumah temanku.  Alhmdulillah aku diterima dengan baik oleh keluarga dari temanku  aku di  ijinkan untuk tinggal di rumahmya sampai aku dapat pekerjaan di gombong.

    Tepat pada bulan Maret 2014 aku diterima di SLB Putra Manunggal gombong.
    ternyata baru 2 minggu aku bekerja di sekolah itu aku sudah sakit - sakitan  suhu udara di daerah gombong tidak bersahabat denganku aku gampang sakit dan akhirnya sama ayah di minta untuk kembali pulang ke cilacap, akhirnya aku pun pulang dan kembali menjadi pengangguran .. ayah sempat bilang "sabar kamu masih di uji insyaAllah  sebentar lagi kamu dapat pekerjaan dan pengalaman baru lagi yang lebih menantang " akhirnya aku  1 bulan istirahat di rumah karena terkena typus.
       Kembali mengadu nasib .........
    kali ini aku akan bercerita tentang perjalananku di kota bandung  .....
    pertama kali menginjak tanah kota bandung



     Pada akhir bulan april 2014  aku mendapat kiriman e -mail dari seorang teman yang berisi tentang job fair yang diadakan di kampus ITB (Institut teknologi bandung) yang berlangsung selama 3 hari, aku tertarik untuk mengikutinya ...... aku minta ijin kepada ayah dan mamah, merekapun mengijinkan ku berangkat , karena aku belum tau lokasinya aku pun berangkat lebih awal . tanggal 30 april aku berangkat menuju bandung dsn aku menginap di rumah bibi ,  tanggal 1 mei  aku mencari alamat kampus ITB dengan modal  nekat dan percaya bahwa Allah selalu akan membantuku menjalani semua ,akhirnya akupun menemukan lokasinya. 


    info tentang job fair 
    Pintu masuk Kampus 
    ruang menuju aula

    Di sini lah tempat diadakannya job fair



    Mengambil nomor undian 
    hari pertama di ITB 

    Selama 3 hari berdesak - desakan  bersaing dengan ribuan orang aku mengikuti test interviw test tertulis Alhmdulillah dapat lima perusahaan yang menawarkanku kerjaan tetapi lokasinya di luar jawa semua aku tidak ambil salah satunya,  karena ayahku tidak mengijinkannya, dan akhirnya aku pun memilih mencari yang ada di daerah bandung saja.
    Dari proses yang aku jalani aku pun dapat kenalan orang yang sedang mencari guru paud yang letaknya di dekat rumah bibi aku , bulan juni 2014  aku mulai mengabdikan diri di Paud itu selama 7 bulan, dengan upah yang sangat minim hanya Rp 150.000 ,- sebulan hanya cukup untuk ongkos pulang - pergi dari Cimahi ke Babakan jati , Kiaracondong selain di PAUD aku juga ikut mengabdikan diri menjadi pengajar di sebuah Rumah Singgah yang terletak di sekitar pintu gerbang Tol  Pasir koja , itu aku lakukan untuk menambah pemasuukan agar aku bisa bertahan hidup dan dapat membayar sewa kontrakan rumah, aku hanya dapat bertahan selama 7 bulan karena biaya hidup yang semakin malal dan sedikit pemasukan bahkan aku harus menahan lapar untuk beberapa hari karena aku tak memilki uang untuk membeli makanan. Tetapi Allah maha adil, maha baik, di tenangah kesulitan itu aku bertemu dengan seorang anak yang kata orang - orang di sekitar nya ank yang paling nakal, paling sulit diatur, selalu membangkang saat di nasehati oleh orang tuanya, nah suatu hari nenek nya yang ku panggil dengan sebutan (emak ) datang ke kontrakan aku , dia minta tolong untuk menemani cucunya ini belajar / Les , karena anak ini sudah kelas 6 saat itu mau ujian nasional, setiap malam anak ini diantar oleh neneknya ke kontrakanku, selama 1 jam paling lama aku ajari anak ini latihan soal ujian, sambil menunggu neneknya menjemput aku manfaatkan untuk mendengarkan curhatan - curhatan dia, juga memberi nasehat padanya. Sampai pada suatu  hari  aku sedang duduk didapan kontrakan  saat itu aku  sedang bingung karena belum punya uang untuk membayar uang kontrakan sebesar  Rp 230.000,- yang  saatu sudah jatuh tempo pembayaran, anak - anak jalanan yang biasa belajar saat aku masih mengajar di rumah singgah  datang  ramai ramai ke kontrakan ada yang membawa sayuran , ada yang membawa tahu , mereka ingin memasak di kontrakanku, dan mengajakku untuk makan bersama, sepintas aku merasa bahagia dan terhibur oleh mereka, ternyata di sela - sela kesulitan mereka  mereka masih mau berbagi dengan teman nya yang kesulitan,   solidaritas mereka sangat besar, setelah setelah selesai masak , terus makan bersama mereka memintaku untuk mengajari mereka membaca, berhitung juga membuat cerita,   di sela - sela obrolan bersama mereka tiba - tiba  si dani nyeletuk berkata ka" ko sekarang ga pernah ke rumah singgah lagi ,, dani ga da yang ngajarin nulis lagi disana kaka kerja dimana sekarang ,,aku cuma seyum , kaka ajarin nulisnya di sini aja yah , kak sudah ga ngajar disana lagi , de..
    Disisi lain aku kasihan pada anak - anak , di sisi lain aku juga punya kehidupan sendiri semoga kalian dapat pengganti yang lebih baik dariku ya nak, sekitar jam 2 siang anak - anak pamitan mau pergi ngamen lagi dan mereka bilang malam ini mereka ingin tidur di koontrakankku lagi, dalam hati aku berdo'a ya Allah semoga AA yang punya kontrakan masih mengijinkan aku tinggal di kamar ini kasihan mereka mereka masih ingin bersama ku di sini ,, aamin. Setelah anak - anak pergi akupun bersiap - siap untuk pergi ke rumah anak yang aku les , lokasi rumah anak yang aku les itu tidak jauh dari kontrakanku jadi cukup dengan berjalan kaki, aku berjalan melewati lorong - lorong kanan - kiri pabrik tahu , dengan penuh semangat dan penuh harapan semoga hari ini aku mendapat uang untuk membayar kontrakan, sambil menunggu anaknya( didin ) siap untuk belajar aku beranikan diri berbicara dengan ibunda nya didin , aku bermaksud ingin meminjam uang untuk membayar kontrakan, bukan nya aku dikasih pinjaman ,tapi malah ditawari untuk tinggal di rumahnya sampai kapanpun sampai dapat pekerjaan yang lebih baik kata ibunda didin. Wah benar - benar sesuatu yang luar biasa ketika Allah sudah berkehendak dan membukakan jalan, di luar dugaan ku .... ALLAH MAHA TAHU apa yang di butuhkan oleh umatnya.
    Setelah selesai ngobrol aku pun langsung melanjutkan untuk mengajari didin mengerjakan soal try out tahun sebelumnya kurang lebih sekitar 1 jam aku beljar bersama didin, setelah selesai belajar  aku di ajak makan oleh neneknyaa didin, dan di tanyain kapan tanggal kontrakan habis ...hari ini emak, jawabku, si emak dan ibunda  didin masuk kedalam ruang tengah, aku tetap duduk di tempat belajarnya didin, tak lama kemudian si emak keluar dan mendekatiku sambil berkata " neng kamu mau gak  untuk sementara neng tinggal di sini di rumah emak kamu ga usah mikirin bayar sewa rumah, yang penting kamu bimbing dengan baik biar dia bisa lulus dan bisa jadi anak yang lebih baik, sambil neng mencari kerjaan yang lain, nanti juga di bantu nyari kerjaan sama si teteh (ibunda didin )  " aku hanya diam dan bingung terima atau enggak "
    aku pun jawab " aku pikirkan dulu yah emak",  Hari semakin sore dan juga sudah hampir maghrib, aku pun berpamitan untuk pulang emak pun memberikan sepucuk amplop yang isinya uang sebesar 100 ribu, dan juga dibawain makanan, Alhamdulillah dapat rejeki, dan sore itu pun aku mampir ke rumah si AA yang punya kontrakan   untuk menyicil uang sewa rumah, dan Alhamdulillah si AA masih mengijinkan aku tinggal di kontrakannya sampai 1 minggu kedepan.
    jam sudah menunjukan pukul 05.00   sore aku pun mempercepat langkahku agar segera sampai kekontrakan , karena aku ingat sore itu anak - anak pasti sudah menunggu di rumah kontrakanku,. akhirnya aku sampai juga di rumah, tapi anak - anak belum sampai jadi aku masih punya waktu untuk menyiapkan makanan untuk mereka, tepat saat adzan maghrib anak - anak sampai di rumah setelah mereka bersih - bersih diri kitapun sholat maghrib berjamaah, ngaji bersama, setelah itu aku dan anak - anak makan bersama - sama, sambil menunggu ngantuk ada yang minta di ajari membaca, ada juga yang minta di bacakan cerita, aku bahagia dan bersyukur sekali bisa menemani mereka, disaat mereka tertidur pulas aku pandangi wajah - wajah anak -anak itu, sambil ku berdo'a semoga suatu saat nanti kalian menjadi orang yang  sholeh - sholihah yang berhasil, yang berguna, yang peduli pada sesama, dan tentunya segera bertemu dengan orang tua kalian, ataupun bertemu dengan orang - orang yang sayang pada kalian, karena aku sendiri tidak tahu apakah aku masih bisa bertahan di daerah ini bersama kalian atau tidak.
    Malam semakin larut, tapi mata ini enggan untuk terpejam, tiba - tiba aku teringat tentang ayah ku , aku rindu padanya, biasanya di saat aku menghadapi permasalahan yang rumit aku selalu cerita pada nya tapi untuk kali ini aku tidak tega jika bercerita pada nya,  dalam hatiku berkata kapan aku bisa membuat ayah bahagia,, " dari kecil sampai saat ini aku hanya merepotkan nya saja, " , .
    Jam menunjukan pukul 01.00, aku belum juga bisa tidur, aku ambil air wudhu, dan aku melakukan sholat 2 rakaat sunah tahajud  aku berdo'a semoga ada jalan yang terbaik untuk ku, aamiin.

    Sekitar jam 4 pagi anak - anak sudah bangun mereka sudah bangun dan bersiap untuk  sholat sub,uh, aku menyiapkan sarapan sekitar jam 5.30 anak - anak sudah bersiap - siap untuk pergi mengamen kata anak anak kalau perginya pagi banyak yang memberi nya uang ataupun makanan,
    Aku yang hampir menyerah dan putus asa akhirnya terinspirasi oleh anak - anak kecil ini, mereka hidup sendiri, di tengah kerasnya ibu kota, bahaya yang menghadang setiap detik pastinya yang harus mereka hadapi mereka saja kuat , masa aku menyerah ....(gumamku dalam hati ).

    tunggu cerita selanjutnya yahhhh .........

    jalan menuju rumah anak didikku 
    ini adalah kontrakan mungil ku di cibuntu selatan 

    rumah belajar nurul huda 

    makan mie goreng bareng anak - anak 

    tempat istiraht mereka yang sempit ,
    (kamar kontrakanku )

    sempit gelap tapi mereka senang di sini 

    bareng anak komplek masih kelihatan kaya seumuran