• Cerita Terkini

    Minggu, 05 Februari 2017

    Semua nya baik

    Sabtu, 04/02/2017,  Aku mendatangi sebuah acara "Seminar Parenting " di Lembaga The Majestich JL. Kapi Minda Raya 10A/ 24 Sarwojajar 2 Malang.

    tuna grarita 
    Berawal dari dikirimnya surat undangan dari The Majestic tanggal 01 Februari 2017, aku  beranikan diri untuk meminta ijin ke kepala sekolah untuk menghadiri undangan itu. Meski awalnya mendapat penolakan  dari kepala sekolah, tapi karena ada  hitam di atas putih (baca: Undangan) Alhamdulillah, diizinkan juga.

    Tadi nya kalaupun tidak dapat izin aku akan nekat berangkat untuk kegiatan ini. Karena ini adalah satu kesempatan yang tidak mungkin datang dua kali.

    Jum'at malam aku menyiapkan tugas-tugas untuk anak-anak yang akan aku tinggal besok, agar tidak dibilang ninggalin tanggung jawab. Sambil nyiapkan tugas aku sempatkan untuk menelpon kekasihku, sekaligus untuk berpamitan, hehee... Karena  juga sangat rindu padanya, rasanya kalau sudah mendengar suara dan canda tawa nya membuat aku tenang. Terima kasih yahh sayang, dan malam itu aku bisa tidur dengan nyenyak. 
    bersembunyi di belakangku (gangguan autisme )

    Jam 3.30 aku bangun kemudian aku bersiaps siap untuk shalat subuh, bersih-bersih rumah, kemudian aku mandi selesai sekitar jam 5.00. Ada waktu  sekitar 10 menit untuk sarapan, dan jam 5.25 aku di jemput oleh bu risca.

    Kami meluncur ke kota Malang, cuacanya cerah. Biasanya pagi-pagi sudah hujan, hari ini cerah. Kami sangat bersyukur karena di beri kesempatan untuk menikamati hari ini. Perjalanan kurang lebih 1 jam 20 menit akhirnya  aku dan Bu Risca sampai di tempat.

    Bu Risca mengajar anak autis  di SD NEGERI PANDANWANGI 3 Kota Malang. Di sini adalah salah satu sekolah inklusi yang sudah diakui oleh pemerintah. Ada sekitar 7 siswa yang istimewa, ada yang sudah bisa masuk di kelas reguler,  ada yang masih di kelas khusus.

    Karena sudah di akui oleh pemerintah, jadi semua alat yang ada di ruangan itu lengkap dan juga gratis. Mereka juga ada tim khusus yang membuat kurikulum dan soal untuk masing-masing anak istimewa itu.  Di sini aku mendapat ilmu tentang pembuatan media pembelajaran, cara menyampaikan ke pada anak, juga  cara menilainya. 
    Adhd (gangguan emosi 

    Sekitar 7 jam aku ada di SD Pandanwangi mulai dari pukul 07:00 - pukul 13.00 aku berkesempatan berdiskusi dengan orang dari layanan khusus. Aku pun bercerita tentang anak-anak yang aku tangani. Selama ini di sini aku mendapat nasehat yang lumayan bikin aku berfikir realistis.

    Karena ternyata aku ini seperti  memperjuangkan anak-anak yang aku dampingi itu sendirian. Aku harus mengidentifikasi, kemudian harus menangani dan mencari solusi sendiiri. Selain itu banyak yang tidak mendukung usahaku terutama pihak sekolah, itu menurut ibu Ida. Bu Ida merupakan GPK (Guru Pendamping Khusus) di sekolah tersebut.

    Bahkan aku bisa terkena persoalan yang lebih rumit, karena alur birokrasi yang rumit. Selama ini pendidikan inklusi itu dari dinas pendidikan, sedangkan sekolahku itu di bawah naungan DEPAG (Departemen Agama)  yang belum pernah membahas tentang inklusi. Jadi  percuma saja  kalau aku ngotot tapi  tidak ada yang paham. Bu Ida pun menyarankan untuk mundur saja dari sekolah itu sebelum makin rumit (mungkin memang sudah waktunya aku menyudahi perjuanganku di sini).

    dr .Agung 
    Jam 13.30 kami berangkat ke "THE MAJESTIC." Kebetulan bu Ida juga ikut dundang. Acara dimulai pukul 14:00-16:00 dengan tema "Mendampingi Buah Hati Tumbuh Maksimal." Pembicaranya adalah dua orang yang ahli di bidang nya, Bapak dr. Agung Budi Setiawan, S.p.Kj (psikiater) dan bapak Rudi Tri Prasetyo, S.Psi. M.Psi. (psikolog)

    Lembaga ini terletak di perumahan  Sawojajar 2, Malang. Ketika masuk ke lembaga ini pikiranku dan hatiku berkata mungkin mending membuat  lembaga seperti ini saja nanti  setelah aku keluar dari Amanah. Karena saat ini anak berkenbutuhan kusus itu makin banyak. Dan kalau di desa pasti kesulitan untuk mencari lembaga seperti ini,....

    inti dari seminar itu adalah

    1. ketika  memmpunyai anak dengan ke istimewa an itu harus mau menerima apa pun keadaannya.
    2. bantulah anak itu dengan kasih dan sayang  dan bantulah dia untuk menjadi mandiri
    3. ketika masih dalam kandungan sang ibu harus menjaga diri dari depresi , atau pun gaanguuan perasaan yang laain , sang ayah juga harus menjaga agar si bayi dapat tumbuh dengan maksimal,
    4. ketika sudah lahir juga harus menerim si anak seutuhnya ,
    5. banyak penelitian menyebutkan anak berkebutuhan khusus itu berawal dari  bagaimana kondisi dari masing - masiing individu sebelum menikah   ber masalah / tidak , karena apa yaang di berikan oleh Allah  adalah baik tinggal bagaimana individu mengolahnya.

    ruang belajarnya, dan  alat yang di gunakan 


    baru kenal langsung dekat